Sinergitas Pengelolaan Sumber daya Air Berbasis Peran Serta Masyarakat

Foto untuk : Sinergitas Pengelolaan Sumber daya Air Berbasis Peran Serta Masyarakat
Share

Giri Menang, Selasa 9 Mei 2017 – Dari sisi agama (Islam), masalah air merupakan sumber kejadian manusia. Bahkan tanah pun sumbernya air. Air wajib hukumnya untuk dijaga bersama, karena ada tiga aspek yang harus dijaga yakni hulu, hilir dan antara hulu dan hilirnya. Hal tersebut dikemukakan bupati Lombok Barat (Lobar), H.Fauzan Khalid dalam arahannya pada kegiatan Sinegritas Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Peran Serta Masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman kantor DPU PR Lobar, Selasa (9/5).
Ketiga hal yang harus dijaga dan pelihara ini, lanjut bupati, sudah ada yang memiliki tugas di pemerintah. Kehutanan, PDAM, Balai Wilayah Sungai, semua memiliki tugas, menjaga, memelihara dan meningkatkan SDA yang ada. “Saya berharap untuk menjaga kebersamaan, meningkatkan sinegritas dan pertemuan semacam ini lebih banyak dilakukan,” harap bupati.
Dalam pelibatan seluruh komunitas air, supaya lebih sempit pertemuannya. Artinya, bisa 2-3 kecamatan bisa kumpul dan diminta jangan terlalu formal. “Jika formal, bisa-bisa kita diatur, ngomong kita terbatas dan ada juga kendala psikologis lainnya,” ktirik bupati.
Dalam rencana pertemuan nanti lanjut Fauzan, bisa diatur oleh kepala Dinas PUTR Lobar. “Misalnya dua atau tiga kecamatan sambil ‘mengkele’ (makan-makan),” ajak bupati yang disambut aplaus meriah seluruh hadirin. Tetapi untuk lebih meningkatkan hasil, dalam rencana pertemuan nanti, bupati minta, jangan hanya menghadirkan bupati, kadis PUTR, penjaga pintu air, tetapi dihadirkan juga kepala BWS, kepala PSDA. “Biasanya ide-ide brilian muncul ketika sambil bejoraq,” seloroh mantan Ketua KPU NTB ini.
Terkait pertemuan ini, kadis PUTR Lobar diminta untuk mengagendakan. Jika pertemuan seperti sekarang ini, Fauzan menilai kurang pas. Dalam kondisi panas, rebutan ngomong dan ada juga kendala psikologis lain. Tetapi diminta, sebaiknya diatur waktu agenda pertemuannya.
Terkait masalah air, wilayah Lobar merupakan sumbernya. Air dari Lobar mengalir ke Lombok Tengah, dialiri ke kota Mataram, dan Lombok Timur. Bahkan bendungan yang ada di Lombok Timur, salah satu suplainya sudah direncanakan dari sumber air yang ada di Lobar.

“Bahkan seluruh tempat di kota Mataram, sumbernya berasal dari Lombok Barat,” paparnya dihadapan Kabid SDA Dinas PUTR NTB, Kepala PSDA Pulau Lombok, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Ketua GP3A se Lobar, Ketua P3A se Lobar, Pekasih, Penjaga Pintu Air, Pengamat Pengairan serta seluruh keluarga besar Dinas PUTR Lobar.
Kegiatan ini, dirangkai dengan penyerahan penghargaan dan hadiah penilaian peringkat P3A, GP3A serta Pengamat Pengairan Berprestasi. Khusus untuk hadiah lomba juara dua pengamat pengairan tingkat nasional tahun 2016, diraih oleh Ida Sulyaningsih, SE., Pengamat pengairan wilayah Kediri. Hadiah berupa satu unit mobil Pick Up. Hadiah diserahkan secara simbolis kepada bupati Lobar oleh Kepala BWS Nusa Tenggara I. Selanjutnya oleh bupati, diserahkan kepada Ida Sulyaningsih,SE. (LPA/humas)

Para Pemenang dan kategori :

Kategori Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A)
– Peringkat I : GP3A Gebong Baru (DI Gebong)
– Peringkat II : GP3A Pesongoran-Kuripan (DI Pesongoran-Kuripan)
– Peringkat III : GP3A Montong (DI Montong)
Kategori Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)
– Peringkat I : P3A Tibu Kuning (Embung Tibu Kuning)
– Peringkat II : P3A Mertha Dadi (DI Gebong)
– Peringkat III : P3A Pengendan I (DI Pelangan)

http://humas.lombokbaratkab.go.id/wp-content/uploads/2017/05/1494322122914-300x202.jpghttp://humas.lombokbaratkab.go.id/wp-content/uploads/2017/05/1494322129283-300x205.jpg

 

Sambutan
JDIH
Sipjaki
Sirup
LPSE Kabupaten Lombok Barat