H. FAUZAN KHALID BUKA UJI KOMPETENSI TUKANG KONSTRUKSI

Foto untuk : H. FAUZAN KHALID BUKA UJI KOMPETENSI TUKANG KONSTRUKSI
Share

Giri Menang, Rabu 3 Mei 2017 – Salah satu sub sektor utama dalam peningkatan pendapatan ekonomi adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terutama pada jasa konstruksi yang memberi kontribusi yang cukup signifikan dalam Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), maka sangat wajar bila peningkatan SDM menjadi salah satu perhatian oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar). Dalam rangka itu, khususnya kepada Tukang Bangunan Umum, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lombok Barat bekerja sama dengan Dinas yang sama tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD), melaksanakan Pelatihan Tukang Bangunan Umum dengan Metode Mobile Training Unit di Kantor Camat Labuapi, Rabu (3/5).
Dalam sambutannya, Kepala DPUPR Kab. Lobar Ir. Made Artadana, MM menegaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM yang akhirnya juga akan meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur.
“Para tukang menjadi memiliki daya saing dengan sertifikat yang dimilikinya,” ujarnya dalam sambutan panitia. Kepala Dinas itu juga menceritakan bahwa tahun lalu pernah memfasilitasi pelatihan dan mensertifikatkan 150 orang. Saat ini, pelatihan ini diikuti oleh 90 orang yang berasal dari Kecamatan Lembar, Labuapi dan Batulayar yang terbagi dalam 3 angkatan dan berlangsung dari tanggal 3-24 Mei.
Narasumber dari kegiatan ini dari Bidang Bina Konstruksi DPUPR Provinsi NTB yang saat ini langsung disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Konstruksi H. Hasyim Musleh Ibrahim. ST., MT. serta dari unsur LPJKD NTB.
Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyambut baik kegiatan ini. Bupati yang dikenal sederhana ini menyatakan bahwa pelatihan semacam ini agar lebih variatif dan dapat diintegrasikan. Beliau mengilustrasikan salah satu konsern Pemkab Lobar adalah untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. Namun karena Rerata dan Angka Lama Sekolah yang masih rendah, membuat pendidikan tidak mempengaruhi peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.
“Pelatihan semacam ini harus dipikirkan lebih variatif,  sehingga tidak terpusat pada jenis tertentu. Kemampuan yang lebih dan bersertifikat, bahkan memiliki standar seperti SNI, akan meningkatkan daya saing para tukang,” ujar laki-laki yang akrab dipanggil Ojan ini sambil mengilustrasikan bahwa nantinya sertifikat itu akan menjadi semacam SIM (Surat Izin Menukang/Licency) karena jenis pekerjaan ini memiliki posisi sangat penting.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati mantan Ketua KPUD NTB ini mengingatkan agar materi pelatihan dapat meningkatkan etos kerja. “Saya sering keliling dan iseng-iseng nanya ke Pimpro sebuah proyek, pekerjanya dari mana? Sering saya  menemukan jawaban, tukangnya bukan dari daerah Lombok Barat. Teman-teman Lombok Barat agak malas. Kebanyakan nganggur merokok,” ujar Bupati bercerita.
Dengan kondisi seperti itu, bagi Bupati, problemnya bukan semata pada kemampuan, tapi juga ketekunan dan etos kerja. Ke depan saat kemampuan SDM Lobar meningkat, bisa jadi Pemkab akan mewajibkan tukang untuk para pengusaha dari Lombok Barat karena sudah memiliki daya tawar dan daya saing yang lebih tinggi.
Asmun, salah seorang peserta dari Desa Perampuan, mengaku antusias dengan pelatihan semacam ini. Bersama 5 orang kawan se desanya, ia merupakan peserta di angkatan pertama. Laki-laki 40 tahunan ini mengaku sudah menjadi tukang sejak 18 tahun yang lalu. “Dengan pelatihan ini, saya dan 8 teman tukang saya bisa memiliki sertifikat sehingga lebih dipercaya oleh bos-bos yang punya proyek lebih besar,” harapnya sambil menceritakan pengalaman kerjanya yang sampai luar daerah. (ahkam/humas)

Sambutan
JDIH
Sipjaki
Sirup
LPSE Kabupaten Lombok Barat